ANAK RUMAHAN

Ya, itulah yang menjadi sifatku selama ini. "anak rumahan" 

Seperti yang dikatakan kevin anggara kalau Anak rumahan itu ya.. seperti namanya, selalu di rumah. Dengan kata lain jarang keluar rumah. Keluar juga karena ada keperluan penting doang, kayak misalnya: jenguk temen yang sakit, menghadiri undangan pernikahan mantan dan... sekolah. Rasanya susah banget kalo diajak keluar rumah selain hal-hal penting tadi. Itulah yang gue alami. (maaf ngutip)Dan itu juga aku alami mulai kelas SD hingga sekarang. Diajak keluar rumah itu rasanya sulit sekali. Malam minggu ya cuma sama HP, laptop, wifi. Pergi itu pun pergi ke pulau kapuk. Kalau sudah disitu rasanya seperti magnet bumi gak bisa lepas dari situ. Kalau diajak pergi pasti alasannya malas enak di rumah. 

Dari SD kalau diajak orang tua pergi begitu pasti aku alasan aku di rumah aja jaga rumah padahal ya pingin bermain game seharian karena tidak ada orang tua hehehe... Kalau diajak hangout gitu dengan teman-teman yang awalnya pingin ikut bisa berubah 360 derajat tidak jadi ikut karena sudah merasa nyaman di rumah dll. Apalagi jaman sekarang banyak kejahatan-kejahatan yang terjadi seperti penculikan, pemerkosaan, pencopetan KAN SEREM! . Tapi, kalau diajak gebetan BERANGKAT! (duwe gebetan a kon? Ngechat wedok ae jek wedi-wedi) :(

Memang terkadang menjadi anak rumahan itu ada positif ada negatifnya . 

Positifnya kalian bisa: (menurutku pribadi)
  1. Hemat uang jajan 
  2. Bisa merasakan masakan mama yang enak (kalau gak bilang enak gak dimasakin aku)
  3. Merasakan suatu keheningan
  4. Bisa searching internet dan bermain game sepuasnya
Negatifnya:
  1. Dianggap ansos (Anti Sosial)
  2. Jomblo 
KOK BANYAK POSITIFNYA ? Orang itu harus berpikir positif biar gak kebanyakan galau (nulis apa sih aku) 

Memang ketika menjadi anak rumahan segalanya terpenuhi, tetapi aku tidak bisa merasakan bagaimana rasanya hidup di luar dengan orang-orang yang tidak aku kenal. Apakah mereka sesuai dengan ekspektasiku? Seperti kata buku M.F Hazim dengan judul Introver yang mengatakan bahwa dunia ini masih membingungkan dan tidak jelas, serta buram. Aku pikir itu adalah dampaknya dari kurangnya pengetahuan yang aku miliki tapi lebih daripada itu, yang paling berpengaruh adalah pengalaman menjalani kehidupan itu sendiri. (Mendadak  nulis skripsi lagi,  ngutip-ngutip tulisan orang hehehehe...)  dan ya, aku salah satunya yang merasakan hal tersebut. Belum cukup pengalamanku dan masih buram hidupku. Tapi, aku selalu berusaha untuk berubah hari demi hari demi kehidupan yang baik. 
ini bukunya

Ya, aku memang anak rumahan tapi aku sangat menikmati keadaanku sebagai anak rumahan 

SALAM~

Comments